• Home
  • About
  • Contact
    • Phone
    • Email
    • Adress
  • Shop
  • Advertise
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Nurdin El Bugis

- المجاهد فى سبيل الله المشتق إلى جمال الله هو عنواننا -


Ini merupakan tahun pertama kami lebaran di Turki, suasana lebaran di sini sangat berbeda dengan lebaran yang ada di tanah air.

Kalau biasanya di kampung halaman kita menyambut lebaran dengan meriah, gema takbir - tahlil dan tahmid saling beradu hingga menjelang fajar subuh, parade beduk dan pawai obor pun tak mau ketinggalan untuk menambah suasana meriah. segala jenis hidangan khas lebaran disajikan mulai dari opor ayam, ketupat, rendang, kentang mustopa, dll. kue nastar, kue kering semuanya ada. Yang tentunya jarang kita temui di luar daripada hari raya Idul Fitri.

Potret wajah bahagia usai melaksanakan sholat id 
Namu di balik semua kemeriahan itu, yang paling penting dan menjadi point utama adalah kumpul bersama keluarga besar, berjabat tangan melepas kerinduan dan saling maaf-memaafkan menjadi momentum yang sakral.

Di samping itu pula kita senantiasa bertadabbur dan bertafakur akan makna dan hikmah dari bulan suci Ramadhan itu sendiri, setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan, mengekang diri dari segala macam godaan yang dapat membatalkan ibadah puasa, baik yang kecil seperti menahan dahaga, lapar dan amarah sampai kepada yang terbesar yaitu melawan musuh utama kita yaitu hawa nafsu. Kini saatnya kita menyambut kemenangan setelah melalui semua itu dengan bersuka cita yang wujudkan dengan bersilaturahmi bersama sanak keluarga dan kerabat.

Namun berbeda terbalik dengan suasana lebaran di Turki. Di sini malam takbiran tidak ada, yang ada hanya sholat isya yang dilanjutkan dengan shalat tasbih berjamaah. Sepanjang malam dihabiskan lebih banyak dengan bertafakur karna akan meninggalkan ramadhan dan juga shalawat nabi dan ilahi.

Sekedar info bahwa sanya di Turki tidak mengenal istilah "sidang isbat" yang selalu membuat kita degdegan kalau di indonesia, soalnya kita masih bertanya-tanya apakah besok akan jadi lebaran atau tidaknya itu tergantung pada keputusan dari sidang tersebut. Nah kalau di sini semua tanggal penetapan hari raya idul Fitri sudah di atur oleh pemerintah, dalam hal ini kementrian agama Turki yang telah di tentukan dalam kalender nasional, jadi gak ada tuh ceritanya dualisme dalam melakukan shalat id... Hehehe 😊✌

Keesokan harinya sholat Idul Fitri berjamaah dilanjutkan dengan berjabat tangan dengan jamaah yang lain sembari mengucapkan "hayırlı bayramlar / bayramınız mubarek olsun" yang kurang lebih artinya adalah selamat hari lebaran, semoga kemeriahan selalu menyertai kita semua.

Sajian hari raya orang Turki, tanpa ketupat dan opor ayam hehehehe..... (^_^).
Ini merupakan pengalaman yang kami alami sebagai pelajar yabancı (asing) yang tinggal di asrama, adapun masyarakat turki secara umum mereka tetap menyajikan makanan - makanan yang memang hampir setiap hari di sajikan di rumah diluar daripada hari raya idul Fitri, seperti kahvaltı (sajian sarapan wajib ala Turki), kue baklava, tatlı (berbagai jenis manisan) dan yg paling utama dan selalu ada yaitu çay (teh).  momentum kumpul bersama keluarga, kerabat sahabat dan tetangga juga ada. Tapi kalau di perhatikan tidak seheboh dan semeriah di tanah air.

Ritual pembagian thr (tunjangan hari raya/ angpau) juga menjadi moment yang di nanti oleh anggota keluarga mulai dari cucu terkecil, keponakan, sampai orang dewasa juga tak mau ketinggalan untuk berebut berkah di hari spesial ini, nah, Kalau di Turki juga ada ketika saya beberapa kali melakukan survey kecil-kecilan dan wawancara ke beberapa teman di sini. Dan memang ada untuk tradisi bagi-bagi angpau itu.

Sekian kurang lebih pengalaman pribadi saya rasakan tentang Hari raya idul Fitri di Turki, tentu akan berbeda dengan pengalaman yang orang lain rasakan- untuk itu tidak bisa kita menilai bahwa secara keseluruhan suasana lebaran di Turki adalah seperti yang saya tulis di atas. Atas segala kekurangan dan kelebihan saya ucapkan mohon maaf.


Wassalam...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Jangankan memandang mu
Menatap pun aku tak mampu
Jangankan memanggil mu
Menyapa pun aku tak sanggup
Jangankan merayu mu
Berkenalan pun aku tak berani

Cemen ... !

Pecundang ... !

Penakut ... !

Itu pantas bagiku
Lantas tak berani mengungkapkan isi hati.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Potret ke-15 Mahasantri 2017 yang siap diberangkatkan ke-Turki berpose bersama Abi Sulaiman Çeker dan guru pengajar lainnya. 

Usai menjalani masa intensif kurang lebih selama 6 bulan untuk persiapan melaksanakan tekamul, tepat hari Rabu, 01 Maret 2017 kami disugukan rangkaian acara seremonial bertajuk formal yang akrab disapa "wisuda".

Ya ... ini adalah rangkaian acara wisuda kami, Wisuda dan Pelepasan Mahasantri ke Turki. mahasantri berjumlah 15 orang yang telah menyelesaikan program pendidikan instensif kurang lebih selama 6 bulan kini akan diberangkatkan ke negara dua benua, Turki.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Al-Ustadz Sulaiman Çeker selaku pimpinan UICCI Sulaimaniyah se-Jawa Barat dan juga ikut andil dalam menyapaikan sambutan dan do'a di selang akhir acara. Tidak hanya beliau, hadir juga beberapa abi-abi yang juga merupakan guru pengajar kami di asrama bintaro 2 selama masa-masa intensif diantaranya yaitu Abi Khairul Ulum yang setia mengantar kami sampai akhir kegiatan intensif dan juga beberapa abi dari asrama pusat Rawamangun. Tidak ketinggalan sanak keluarga dan sahabat juga ikut hadir demi melepas kepergian salah satu anak kebanggaan mereka yang akan menuntut ilmu ke negeri orang.

Ini merupakan wisuda kali kedua kami setelah melaksanakan wisuda di kancah universitas kami masing-masing. Rasa bahagia dan sedih bercampur aduk menjadi satu, bahagia karna kami akan melanjutkan study ke negara yang sudah kami impikan sejak lama, negara yang masyhur akan misteri sejarah dan peradaban kejayaan Islam pada zamannya, dan negara yang kini menjadi perhatian seluruh ummat muslim se-dunia.

Di satu sisi, hati ini juga merasa sedih dan kecewa karena harus meninggalkan sanak keluarga, sahabat serta kerabat terdekat bahkan kedua orang tua.

Ini merupakan resiko yang harus kami terima, kami telah bulatkan tekat, kuatkan niat dan mantapkan hati untuk menuntut ilmu dan berhizmet di jalan ini, entah apa yang akan terjadi di hari esok - biarkan Allah SWT yang mengatur, Liilai kalimatillah - Linaili mardhatillah.

Usai rangkaian acara wisuda, kami pun langsung di giring menuju bandara dengan menggunakan mobil, ikut di belakang mobil kami mobil keluarga dan juga rombongan satu mobil dari asrama Bandung.
Suasana bandara kala itu masih sama seperti suasana hiruk-pikuk keramaian bandara pada hari-hari biasanya, namun tidak bagi kami ber-15 Mahasantri. Ada kesan tersendiri yang sulit untuk diungkapkan, mendung langit di sore itu bagai enggan untuk menurunkan hujan yang telah lama terkumpul di atas sana. Namun pecah juga ketika kami harus berpisah dengan sanak saudara dan keluarga.

Meninggalkan tanah air untuk waktu yang belum pasti, ada ribuan kejutan kisah yang menakjubkan menunggu kami di persimpangan sana, dan biarkan waktu yang bercerita.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sliwar -sliwir perkataan
Ucapan dan pertanyaan yang sama
Penjelasan yang tak mengenyangkan

Kekhawatiran yang basi masih kau ulang lagi
Sungguh bertanya atau mengulur waktu saja
Ah eloe, leluconmu kali ini tidak lucu

Beberapa masa bodoh
Dan masih dengan orang-orang yang sama
Jutek, cuek, ah apaan sih !!!

Nahkoda itu yang penting berjalan
Tak peduli penumpang
Tidur, bengong, ngoceh, tak menyadari itu

sekian dan terimah kasih
AL-FATIHAH

Bintaro 15 Januari 2017
- Abd Jalil -
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Original poster movie Angels&Dimons by Tom Hanks
Bumi kan terus berputar
Tak peduli apa dan siapa diriku 
Hari kan terus berganti
Tak peduli seberapa besar amal perbuatanku
Waktu kan terus berjalan 
Tak peduli seberapa besar dosa perbuatanku

Kadang ku lebih suci dari malaikat
Lantaran amal ibadahku meningkat
Kadang ku lebih hina dari binatang
Lantaran dosa tak lagi terbendung

Haruskah datang peringatan nyata
Agar ku lekas bertaubat ?
Ataukah berharap umur panjang
Agar ku mampu bertobat ?

الموت آت فلابد منه # ولكن النفس الشريفة لا تموت

Ajal pasti kan datang kepada setiap insan #
Tapi jasa budipekerti yang luhur kan selalu di kenang abadi selamanya. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



BANDUNG, KAMIS – Dalam rangka mensosialisasikan Kompas Kampus kepada khalayak Mahasiswa di wilayah Kota Bandung, kali ini acara Kompas Saba Kampus hadir di kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Dipatiukur yang berlangsung pada Kamis (12/6) lalu, bertempat di gedung Graha Sanusi Unpad.

Ini merupakan acara kedua dari Kompas Saba Kampus yang pernah saya ikuti, di tahun 2013 lalu tepatnya pada Minggu (2/12), Kompas juga mengadakan kegiatan serupa di kampus Universitas Katolik Parahyangan Bandung.   

Senang rasanya bisa berada di tengah-tengah hiruk pikuk antusias mahasiswa yang haus akan ilmu dan pengalaman serta berbondong-bondong untuk mencari passion mereka masing-masing tentunya dalam bidang pemberitaan dan media, dan saya merupakan salah satu diantaranya.

Acara berlangsung dengan meriah yang diawali dengan pembukaan oleh MC yang cukup kocak dan dapat membawa suasana menjadi lebih hidup, kemuadian acara di lanjutkan dengan Seminar oleh Bapak Budiman Tanuredjo selaku wakil pimpinan redaksi Kompas, yang mengusung tema “Jurnalisme Presisi dalam Berita Pemilu ”.      

Terkait dengan suasana pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang berlangsung hangat di tahun ini, saya berfikir munkin ini sebab mengapa Kompas saba Kampus kali ini mengusung tema tersebut dengan narasumber langsung yaitu Wakil pimpinan redaksi kompas pak Budiman yang sudah barang tentu memiliki peran penting dalam hal pemberitaan seputar Pemilu 2014 di Harian Kompas.

Dalam kesempatan ini pak Budiman menjelaskan tetang peran media dalam memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan Pemilu khususnya Harian Kompas, Kompas TV dan Kompas.com yang menyajikan pemberitaan seputar Pemilu 2014 yang bersifat independent dan tidak memihak dari salah satu Capres dan Cawapres terpilih.

“Adapun devinisi dari jurnalisme presisi ialah gabungan dari jurnalistik dan pencarian berita berbasis data yang ada”, tutur Pak Budiman selaku pembicara. “Dan juga Jurnalistik presisi sering disebut dengan New Jurnalism atau Computer Asisten Jurnalism”, jelasnya menambahkan.

Beliaupun menjelaskan tentang cara kerja dari Jurnalisme Presisi dengan 3 tahapan yang berlangsung secara berurutan, adapun cara kerja Jurnalisme presisi yaitu; 1. Survei pendapat umum yang dilakukan oleh jurnalis dan wartawan, kemudian dilanjutkan dengan 2. Wawancara Tokoh terkait dengan pemberitaan yang ingin kita angkat, dan yang terakhir 3. Deskripsi lapangan secara detail dan terperinci.

“Kemudian adapun cakupan yang termasuk di dalam Presisi Jurnalistik adalah; Metode Penelitaian Sosial, Statistik, Teknologi Informasi (TI), Infografis, Desain Komunikasi Visual, Analisis dan Presentasi, Management Organisasi, serta Jurnalistik”, tutur beliau menjelaskan.

Usai sudah seminar tentang Jurnalisme Presisi dalam Berita Pemilu, Alhamdulillah kini saya dapat mengenal dan mengetahui lebih banyak tentang apa yang di maksud dengan Presisi jurnalistik. Tepat pukul 12.00 dan acara masih berlangsung meriah dan antusias, kini saatnya kami harus beristrahat sejenak untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan di lanjutkan dengan makan siang .

Acara selanjutnya yaitu Sharing Sassion, ini merupakan acara yang paling kami tunggu –tunggu dari Kompas Saba Kampus, karena di sini kami mendapatkan kesempatan untuk sharing dan berbagi ilmu oleh Narasumber Ahli dari Tim Kompas tentunya sesuai dengan passion dan keinginan kami berkaitan dengan bagian-bagian atau devisi apa saja yang ada di Harian Kompas.

Adapun kelas-kelas Sharing Session yang dapat kita pilih diantaranya adalah; Menulis Jurnalistik, Fotografi Jurnalistik, Research & Development, Business Development, Advertising, Marketing Communication, Desain Grafis, dan Teknologi Informasi yang berjumlah 8 Kelas Sharing Sassion.

Dan pada kesempatan yang keduakali ini saya memilih Desain Grafis sebagai kelas Sharing Session pilihan saya, dan pada Kompas Saba kampus tahun lalu saya mengambil Sharing Session Class di Advertising. Karena saya sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan Desain Grafis dan dunia Advertising walaupun saya masih dalam tahap pembelajaran.

Senang rasanya bisa mendengarkan dan berdiskusi dangan pembahasan dan materi yang kita senangi, apalagi ditemani dengan nara sumber yang telah ahli dan berpengalaman dalam bidangnya bersama dengan teman-teman dari berbagai Jurusan dan Universitas di Bandung.  

Dalam kesempatan kali ini, ikut andil sebagai pementor kami adalah 2 orang pria yang ganteng-ganteng dan terbilang masih cukup muda, tentunya dengan segudang ilmu dan pengalaman yang siap untuk di bagi bersama kami, yaitu kak Novan yang katanya sudah 10 tahun bergabung bersama Kompas dan berkecimpung di dunia Desain Grafis Harian Kompas sejak tahun 2004, dan satu lagi yang gak kala kecenya adalah kang Septa yang terbilang lebih muda dan karirnya di kompas berbeda setahun dengan kang Novan yaitu 9 tahun sejak tahun 2005.

Pemaparan materi yang pertama oleh kang Novan yang menjelaskan tentang Desain Berita, diawali dengan devinsi dari sebuah Seni, seni sendiri terbagi menjadi 2 yaitu; Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, kemudian seni Rupa dibagi menjadi 3 macam; 1. Fine Art  2. Desain dan 3. Craft yang ketiga-tiganya ini sering disebut dengan Desain Grafis, “Adapun desain berita lebih condong kepada untuk menyampaikan informasi,” tuturnya menjelaskan seputar Desain Berita.

Kemudian beliau melanjutkan dengan menyebutkan syarat Desain Berta diantaranya adalah; 1. Jelas, 2. Mudah di baca, 3. Impac (Pengaruh), 4. Menarik. Lalu penjelasan beliau dipaparkan secara terperinci oleh kang Septa dari setiap sub-sub tersebut.  

Wah, seru banget bisa berdiskusi dan berbagi ilmu dengan mereka, unik dan menarik serta menambah wawasan dan pengalaman juga ilmu baru yang belum tentu bisa kita dapatkan di bangku kuliah.

Usai memberikan materi, penasaran rasanya ingin magang di Kompas dan menyaksikan secara langsung bagaimana aktivitas kerja mereka di Dapur Redaksi Harian Kompas, mulai dari keseruan mengejar berita, memproses penulisan berita hingga larut malam serta mencari foto yang sesuai dengan berita yang akan dimuat di Harian Kompas, dan tak kalah hebohnya dengan perasaan dikejar Dead Line.
            Besar harapan saya dapat bergabung dan ikut andil mengambil bagian dalam acara Kampus Kompas Batch 2 ini, merasakan keseruan menjadi Wartawan Kompas merupakan pengalaman yang berharga dan bermanfaat di kemudian hari walau hanya sepekan saja yang akan menjadi kenangan di hari tua kelak. Amin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Pengertian Hukum Adat adalah hukum peraturan tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang hanya ditaati oleh masyarakat yang bersangkutan. 
    Ada empat faktor penting yang mempengaruhi perkembangan hukum Adat. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.       Magi dan animisme;
2.       Agama;
3.       Kekuasaaan yang lebih tinggi dari persekutuan hukum adat; dan
4.       Hubungan dengan orang-orang ataupun kekuasaan asing.

1     Faktor magi dan animisme:
Pada masyarakat hukum adat, faktor magi dan animisme ini pengaruhnya begitu besar dan tidak atau belum dapat terdesak oleh agama-agama yang kemudian datang. Hal ini terlihat dalam ujud pelaksanaan-pelaksanaan upacara adat yang bersumber pada kepercayaan kepada kekuasaan atau kekuatan gaib yang dapat dimohon bantuannya.
2      Faktor Agama:
Adanya pengaruh dari agama-agama yang masuk kemudian ke Indonesia dan dianut oleh masyarakat hukum adat bersangkutan, seperti agama Hindu, agama Islam, dan agama Kristen.
3      Faktor kekuasaan yang lebih tinggi dari persekutuan hukum adat:
Kekuasaan yang lebih tinggi dari persekutuan adat ini adalah kekuasaan yang mempunyai wilayah yang lebih luas dari persekutuan hukum adat seperti Kerajaan dan Negara.
4      Hukungan dengan orang-orang ataupun kekuasaan asing:
Faktor ini sangat besar pengaruhnya. Bahkan kekuasaan asing ini yang menyebabkan hukum adat terdesak dari beberapa bidang kehidupan hukum. Selain itu, alam pikiran Barat yang dibawa oleh orang-orang asing (Barat) ke Indonesia dan kekuasaan asing dalam pergaulan hukumnya, sangat mempengaruhi perkembangan cara berpikir orang Indonesia. Sebagai contoh dapat dikemukakan proses individualisering di kota-kota yang berjalan lebih cepat dari pada masyarakat di pedesaan.
Dasar dan Susunan (Bentuk) Masyarakat Hukum Adat:
·        Geneologis (berdasar pertalian suatu keturunan): Persekutuan  hukum berdasar atas pertalian suatu keturunan.Ada 3 macam dasar pertalian keturunan: Patrilinial, orang Batak, Nias, orang Sumba. Matrilinial, misal Famili di Minangkabau, dan Parental, orang Jawa, Sunda, Aceh, Bali, Kalimantan.
·        Teritorial (berdasar lingkungan daerah): Orang2 yg bersama-sama bertempat tinggal di suatu desa (di Jawa dan Bali) atau di suatu marga (Palembang) merupakan suatu golongan yg mempunyai tata susunan ke dalam dan bertindak sebagai suatu kesatuan terhadap dunia luar.

Sifat-sifat  hukum Adat:
1.     Religio-magic
2.     Komunal
3.     Kontan
4.     Konkrit/visual

Batas-batas berlakunya hukum Adat :
            Suatu daerah yang garis-garis  besar corak dan sifat hukum adatnya seragam disebut dengan lingkaran hukum adat (rechtskring). Tiap-tiap lingkaran hukum adat itu terbagi lagi dalam kubukan-kubukan hukum (rechtsgouw).

Teori-teori dalam Hukum Adat:
Teori Kredio/ Syahadat: teori pengakuan, teori yang mengharuskan pelaksanaan hukum islam oleh mereka yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat, sebagai konsekuensi logis dari pengucapan kredionya. Begitupula dengan agama lain.
Teori receptio in complexu ini dikemukakan oleh Mr. W.C. van den Berg, Tegasnya menurut teori ini, kalau suatu masyarakat itu memeluk suatu agama tertentu, maka hukum Adat masyarakat yang bersangkutan adalah hukum agama yang dipeluknya itu. Kalau ada hal-hal yang menyimpang dari hukum agama yang dipeluknya, maka hal ini dianggap sebagai suatu “perkecualian/penyimpangan” dari hukum agama yang telah “in complexu gerecipieerd” (diterima secara keseluruhan) itu.
Teori Receptie diperkenalkan oleh Prof. Christhian Snouck Hurgronye. Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya bagi rakyat pribumi memberlakukan hukum adat. Hukum islam berlaku jika telah diterima oleh masyarakat sebagai hukum adat.
Teori Receptie A Contrario dikembangkan oleh Sayuti Thalib SH. Teori receptio a contrario seara harfiah berearti kebalikan dari teori receptie. Jika teori receptie mendahulukan hukum adat daripada hukum Islam, maka teori receptie a contrario mendahulukan hukum islam daripada hukum adat. dalam teori receptio hukum islam dapat berlaku jika tidak bertentangan dengan hukum adat, sementara teori reeptie a contrario hukum adat dapat berlaku jika tidak bertentangan dengan hukum islam.
Teori Receptie Exit : Teori Receptie telah patah sejak kemerdekaan Tahun 1945, dengan berlakunya undang-undang 45. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 29 ayat 1, RI berkewajiban membentuk hukum Nasional yang bahannya bersumber dari Hukum Agama.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me
Manusia biasa yang mempunyai impian dan cita-cita yang luar biasa, mendedikasikan diri untuk Bangsa, Agama dan Negara, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • Ilmu (2)
  • Jejak (32)
  • Motivasi (1)
  • Perjalanan (4)
  • Sajak (3)

recent posts

Blog Archive

  • Desember 2017 (1)
  • September 2017 (1)
  • Juli 2017 (1)
  • Juni 2017 (2)
  • Maret 2017 (1)
  • Februari 2017 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Juni 2013 (2)
  • Juni 2012 (1)
  • Februari 2012 (1)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (2)
  • Juli 2011 (7)
  • Juni 2011 (14)
  • April 2011 (1)

My Profile

Foto saya
Nurdin El Bugis
Manisa, Yunus Emre, Türkiye
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates