• Home
  • About
  • Contact
    • Phone
    • Email
    • Adress
  • Shop
  • Advertise
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Nurdin El Bugis

- المجاهد فى سبيل الله المشتق إلى جمال الله هو عنواننا -

Bermain Skiboard dan menikmati pemandangan Uludag Bursa
Tanpa kami sadari musim gugur berlalu begitu cepat, dan kini saatnya musim itu berganti menjadi musim yang paling aku tunggu selama tahun pertama berada di Turki, kalian tahu musim itu apa, ya ! benar sekali, musim itu adalah misim dingin atau musim salju.

Ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya bisa merasakan salju, mengingat negara kami yang hanya memiliki 2 musim saja, yaitu musim panas dan musim hujan, namun tentu saja hal tersebut tidak menjadikan kita lantas harus berkecil hati, karena Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan sesuai dengan kadar dan kebutuhannya masing-masing. Musim salju bagi orang awam tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang datang dari negara dengan suhu tropis, cuaca yang extrim dengan suhu mencapai -5° tentu membutuhkan penyesuaian yang cukup extrim juga. Saat musim ini mulai datang, sebagian besar dari kami mengidap penyakit kulit kering dan gatal-gatal, beberapa di antara kami ada yang sampai iritasi dan infeksi serta memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut. Serak parau pada bagian tenggorokan mengharuskan kami untuk minun air putih lebih banyak dari biasanya.

Cuaca dingin yang mencekam juga menambah lipatan selimut yang kami gunakan di malam hari, untungnya asrama tempat kami tinggal dilengkapi dengan fasilitas pemanas ruangan yang akan bekerja selama 24 jam nonstop selama musim dingin dan sangat membantu di saat suasana dingin seperti ini, namun tak lama setelah selang beberapa minggu kemudian kami pun mulai terbiasa dengan suasana cuaca di musim dingin. 
Memasuki musim dingin di Turki, biasanya ada libur sekolah yang cukup lama bagi seluruh pelajar di sini, baik itu pelajar yang berasal sekolah negeri maupun swasta. Dan pada kesempatan liburan musim dingin tahun ini kami mendapatkan jatah liburan selama 15 hari. Tentusaja dengan waktu libur yang cukup panjang ini, kami berencana untuk membuat beberapa list tempat yang akan kami kunjungi selama masa liburan nanti. Dan di antara list tujuan liburan kami pada musim dingin tahun ini adalah mengunjungi sala satu resort bermain ski terbesar di Turki yaitu Gunung Uludag yang bertempat di kota Bursa. 

Rute dari Manisa menuju Uludag Bursa 
Selain gunung Uludag, di Bursa kamu juga bisa mengunjungan tempat wisata mulai dari alam, sejarah, religi hingga kuliner yang sayang kalau di lewatkan jika berkunjung ke kota ini. Ini merupakan ibu kota pertama dalam sejarah Ottoman yang saat itu di pimpin oleh Osman Gazi, di sini kamu bisa mengunjungi Bursa grand Mosque atau Ulu Cami lengkap dengan keindahan dan kandungan sejarahnya, kemudian juga bisa berziarah ke makam Osman Gazi dan Urhan Gazi yang merupakan Khalifah pertama dalam sejarah Turki Ustmani, Bursa saat kulesi/ menara jam, Museum Seni Turki dan Islam Bursa Bursa Turkish & Islamic art Museum, dan yang gak kalah penting adalah Iskander Kebab - kebab legendaris dari kota Bursa, recommended sih ini mah harus coba kalo mampir ke sini.  

Uludag sendiri merupakan gabungan 2 kata dala bahasa Turki, Ulu berarti tinggi atau puncak, sedangkan Dağ berartı gunung jadi kalau secara bahasa Uludağ  kurang lebih berarti puncak gunung tertingi, dan benar saja ini merupakan salah satu dari pincak gunung tertinggi di Turki. Bahkan di atas puncak gunung ini terdapat gunung es yang hampir bertahan lebih lama hingga memasuki musim semi dan awal musim panas, mengingat keawetan dari pada gunung es itu sendiri.
Tepat pada tanggal  26 Desember 2017 kami berangkat dari Kota Manisa menuju kota Bursa dengan lama waktu perjalanan sekitar 3 jam 45 menit, perjalanan kali ini saya tidak sendirian, tapi ditemani dengan beberapa sahabat saya diantaranya adalah Abdul Jalil yang berasal dari Lamongan, Ariz Nandar dari Sukabumi, Fiqih Murdiansyah dari Jakarta, dan gak ketingalan Bang Ahmad hehehe ...
Tampak dalam frame kami sebelum masuk gerbang teleferik. 
Sebelum berangkat tentu kami tidak lupa untuk packing memperisapkan apa saja yang perlu kami bawa dan pakai nantinya di sana. Diantaranya adalah Jaket tebal dan dapat menghangatkan tubuh, bukan jaket gaya-gayaan seperti parka atau sweter, kemudian sarung tangan yang tebal dan anti air atau salju, jangan lupa pakai penutup kepala (kupluk) dan juga Syal untuk menghanatkan leher dan sekitar badan, dan yang tak kalah pentingnya adalah sepatu boat yang terbuat dari kulit atau yang waterproof.
Gate masuk teleferik
Disamping itu kami juga mempersiapkan timing kegiatan dan list destinasi mana saja yang akan kami kunjungi nanti di kota Bursa, mulai dari tempat tinggal, budget makan serta transportasi selama kami di sana. Kalau sudah berbicara tentang destinasi dan timing acara seperti ini, pasti aku menjadi yang paling bersuara di antara yang lainnya hehehe ... jadi maafin yaaa kalau di saat seperti ini aku agak sedikit bawel dan cerewet, intinya terima beres dan enjoy the Trip.
Berangkat dari asrama dengan menggunakan angkutan umum Manisa Seyahat menuju ke terminal/ otogar antar kota, dari terminal Bus Manisa kami memesan tiket tujuan kota Bursa.  Selama di perjalanan kami lebih memilih untuk tidur dan beristirahat, mengingat perjalanan kami besok yang cukup panjan dan membutuhkan tenaga extra.   
Tepat pukul 09.30 malam kami sampai di Otogar Bursa, di sini udara mulai terasa lebih dingin dari kota Manisa, bahkan kami bisa merasakan butiran salju yang beterbangan tertiup angin. Keluar dari otogar kami pun langsung memesan Bursa Kart, pembelian kartu ini bisa di lakukan di sebelah kanan puntu keluar otogar. Ini merupakan Kent Kart yang wajib kamu miliki jika datang berkunjung di kota Bursa, dengan kartu multi fungsi ini kamu bisa gunakan di seluruh jenis kendaraan di kota Bursa, mulai dari Bus kota, Metro, Kapal Veri dan Kereta sampai rental Helikopter pun ada di sini, dan katanya untuk rental Heli bisa sampai 300 Tl / Rp. 1 jutaan hehehe.

Bursa Kart untuk explore kota Bursa 
Sampai di asrama tujuan, kami pun menginap di sini selama satu malam, tepatnya di daerah Hasanağa mahallesi Bursa. Pagi buta tepat pukul 07.00 waktu setempat kami langsung menuju ke tempat pemberhentian bus tujuan pusat kota untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gunung Uludag.
Akses menuju Uludag ada 2 jalur yang bisa kamu pilih, opsi yang pertama dengan menggunakan Dolmus/ angkot naiknya tepat berapa di durak yang bersebrangan dengan Osman Gazi turbesi,  dengan sekali jalan kamu cukup merogok kocek sebesar 15 Tl saja, cukup terjangkau namun kamu akan mengitari bukit dan gunung serta kurang lebih perjalanan selama 45 menit – 1 jam, pemandanan tidak kalah indah namum jika kamu termasuk orang yang sering mabuk dalam perjalanan, aku sarankan menggunakan opsi yang ke dua yaitu menggunakan Teleferik/ kereta gantung, naiknya dari durak yang tepat berada di seberang jalan utama Masjid Ulu Cami menggunakan bus dalam kota berwarna kuning tujuan Teleferik, dengan menggunakan teleferik kamu harus merogok kocek lebih dalam sih dengan biaya masuk sebesar 57 Tl untuk turis, dan ini berlaku untuk pulang dan pergi, tapi jangan salah durasi perjalanan menuju gunung Uludag hanya membuhtukan waktu kurang lebih selama 30 – 40 menit, dan sekedar info ini merupakan salah satu teleferik terpanjang di Turki loh. 


Inside the cablecar... soo fun !
Pemandangan yang ditawarkan juga tidak kalah menarik, mata kamu akan dimanjakan dengan keindahan kota Bursa yang terlihat dari atas dataran tinggi, hingga pegunungan dan hutan pinus yang dibalut dengan putihnya butiran salju yang menempel di setiap ranting pepohonan hingga permukaan tanah, indah sekali seolah-olah kami memasuki dunia dongeng.
Turun dari teleferik kami pun beristirahat sejenak di salah satu tempat semacam rest area yang didalamnya di lengkapi dengan restoran, cafe, jajaran toko penjual sauvenir, Musallah dan Informatian center seputar Gunung Uludag. Merasa cukup kamipun langsung menuju pentu keluar, dan yang benar saja, sepanjan mata memandang kamu hanya akan menemukan tumpukan salju yang putih tanpa noda. Mulai dari sepanjang kiri kanan jalan, di ranting pohon, diatas atap rumah dan hotel semuanya didominasi oleh tumpukan salju.



look at the few, it was amazing... 
Beruntungnya kami hari ini cuaca sangat cerah tanpa ada badai atau kabut sedikitpun. Walaupun suhu mencapai minus derajat, matahari tetap bersinar di antara hamparan langit yang biru. Di sepanjang ruas jalan kamu akan menemukan Jajaran beberapa penginapan baik hostel maupun hotel, restoran, cafe serta beberapa toko seuvenir dan perlengkapan bernamain ski.


Take a wefie togather...
Aku saranin bagi kalian yang akan berkunjung ke tempat ini agar terlebih dahulu searching seputar harga dan penyewaan perlengkapan ski , karena di sini sangat beragam mulai dari yang murah, terjangkau sampai yang paling mahal. Kalau beruntung kamu bisa dapat yang sepaket hanya 25 Tl saja, tapi karna kami ketika itu udah gak sabar pengen main ski cepat-cepat akhirnya kami dapat yang harga 70 Tl, cukup mahal sih dan itu sudah termasuk Skiboard dan Sepasang sepatu beserta stiknya, dengan durasi pemakaian seharian sepuasnya. Setelah kami selidiki ternyata tempat penyewaan perlengkapan skiboard ini tuh masih punya salah satu hotel di sini, pantes mahal isinya orang beruang semua huhuhu...    
             
Sebelum bermain ski usahakan untuk mengisi perut terlebih dahulu, soalnya base on my experiance ketika main ski bawaannya cepet lapar dan pengen ngemil mulu, jadi bawak snack dan cemilan yang banyak yaaa... Trus usahakan kamu udah tau teknik dasar tentang cara bermain ski, supaya mainnya lebih menikmati, tutorialnya banyak kok di Youtube.


We are so lucky with the Sunshine... 
Waktu terasa berulir begitu cepat, usai puas bermain ski kami pun menyempatkan beberapa saat untuk berfoto bersama sambil menikmati sunset di sore hari yang berlahan mulai berganti petang. 


Pemandangan Uludag saat menjelang senja 
Oh iya, karcis yang kamu gunakan untuk naik teleferik tadi jangan sampai hilang ya... soalnya itu akan kamu gunakan lagi nanti untuk pulang alias turun mengunakan teleferik lagi. Merasa cukup, kami pun barsiap untuk pulang, karna pengunjung yan lain juga udah mau pulang, jadinya kita harus mengantri cukup panjang untuk bisa masuk kedalam teleferik .
Mungkin cukup sekian, semoga bermanfaat dan sampai ketemu di perjalanan selanjutnya.  




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Keindahan Pamukkale di saat senja. Sumber ~ www.tourketurki.com
Bulan september menjadi puncak musim panas di provinsi Izmir – Turki, ini juga merupakan masa akhir dari liburan musim panas di Turki. Biasanya penduduk lokal akan menghabiskan waktu mereka lebih banyak di luar rumah. Entah berkumpul bersama keluarga untuk piknik di alam terbuka, atau sekedar membakar kulit di pinggir pantai nan sejuk.
Bertepatan dengan berakhirnya rangkaian acara Ibadah Kurban, kami mendapat kesempatan untuk menikmati masa liburan musim panas kurang lebih selama 10 hari yang bermula dari tanggal 03 – 13 semptember 2017. Tentu saja melihat ada jadwal liburan langsung saya mencari beberapa tujuan wisata dan sejarah di sekitar kota Izmir yang terdekat dan terjanggkau dengan tidak memakan budget terlalu tinggi serta membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama.
Dan akhirnya pilihan saya jatuh pada kota Denizli yang masih bersebelahan dengan provinsi Izmir dengan tujuan Kota Denizli dan Istana Kapas atau Pamukkale. Dari beberapa artikel yang aku baca, tempat ini memang merupakan salah satu tujuan wisata dunia dan juga telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Sebelum menuju ke sana, aku mencoba menghubungi beberapa kenalan dan teman yang memang bertempat tinggal di daerah Denizli. Akhirnya kita janjian dan insyallah kalau sudah sampai otogar/terminal kita tinggal berbagi kabar saja.  
Untuk perjalanan menuju ke Denizli kita bisa menggunakan akses darat dengan kendaraan Bus dari terminal Izmir dengan biaya sebesar 30tl / Rp.100.000-, Dan perjalanan yang di tempuh juga hanya sekitar 4 jam saja menurut prediksi GoogleMaps. Untuk transportasi umum kali ini saya mencoba untuk menggunakan armada bus Pamukkale, tapi bukan berarti itu merupakan bagian dari fasilitas tujuan wisata saya kali ini, akan tetapi karena memang armada bus Pamukale ini merupakan salah satu armada perusahaan bus terbesar di Turki, yang tujuannya tidak hanya ke Denizli, tapi juga ke berbagai daerah di seluruh kota besar di Turki.
Armada Bus Pamukkale di Turki. 
Tiket udah di tangan, dan tujuan udah jelas, langsung saja kita berangkat dari kota Manisa menuju Izmir yang memakan waktu kerang lebih 45 menit, kemudian dilanjut lagi dari Izmir menuju ke Denizli . Sampai di otogar Denizli, aku langsung di sambut oleh beberapa teman yang bertempat tinggal di sekitar Kota Denizli, dari sana aku sempatkan untuk menginap dan bermalam di asrama mereka selama satu malam. Kemudian keesokan paginya aku baru melanjutkan perjalanan menuju Pamukkale.
Tepat pukul 06.00 pagi, aku langsung menyegerakan untuk bangun, sholat subuh dan persiapan kemudian segera menuju ke otogar untuk mengejar kendaraan dolmus (angkot di Turki) yang akan berangkat ke Pamukkale, dari sana kita akan di kenakan biaya sebesar 5tl untuk menuju ke tempat wisata Pamukkale. Dan benar saja wisatawan yang akan mengunjungi tempat ini cukup padat, sehingga kebanyakan dari dolmus padat sesak oleh penumpang dari berbagai macam penjuru daerah.
Sampai di lokasi Pamukkale. Untuk akses masuk ke dalam kawasan wisata Pamukkale kita diharuskan untuk membeli tiket masuk dengan harga 40tl untuk umum, tapi karna aku udah punya Muzekart (Kartu Musium) jadi tinggal tap aja di gerbang masuk. Makanya  bagi kalian yang akan tinggal di Turki untuk beberapa tahun ke depan, aku sarankan untuk membuat Muzekart, soalnya itu akan bermanfaat banget buatk kamu yang suka jalan-jalan dan jelajah sejarah. berlaku selama satu tahun dan bisa akses ke hampir semua museum yang terdaftar di seluruh turki.
Pamukkale adalah sebuah kota kecil di Turki sebelah barat. Kira-kira 20 km dari Denizli. Pamukkale adalah tempat wisata yang terkenal di Turki. Di sana ada tempat wisata alam dan wisata sejarah.
Pamukkale merupakan taman nasional air terjun di kawasan Lereng Travertine dengan tebing setinggi 20 meter di sepanjang dataran bukit pegunungan Cokelez. Lembah air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas dataran Curuksu yang meluas 6 kilometer di sekitar desa Karahayit, Pamukale. Kolam yang berada di lembah tersebut memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan meluasnya ke arah kompleks utara Alasehir, sekitar 70 kilometer persegi dan barat sepanjang lembah sungai Menderes. Aliran sungai ini memberikan saluran air panas ke desa-desa terdekat dan daerah pertanian selama beberapa tahun lamanya. Batuannya yang lama di daerah lereng tersebut menjadi kristal berupa kurasit dan sekis yang terletak di utara taman batu zaman pliosen.

Kolam Air Mineral yang Bersusun
Wisata alam Pamukkale adalah sumber mata air panas yang kaya mineral berwarna biru kehijauan. Suhunya berkisar antara 35°C  sampai 100°.  Air mineral itu mengalir ke lembah yang dalamnya lebih dari 100 meter. Tebing lembah itu membentuk teras berundak-undak berupa 17 kolam air panas.  Dasar dan dinding kolam dilapisi kristal berwarna putih bersih seperti kapas. Cantik sekali.
Pemandangan di kawasan Lereng Travertine
Karena warnanya putih bersih seperti kapas, orang Turki memberinya nama Pamukkale yang artinya Cotton Castle atau Kastil Kapas. Pamukalle kadang-kadang juga disebut Cleopatra’s Pool atau kolam renang Cleopatra. Disebut begitu karena ada kisah Cleopatra, Ratu Mesir, pernah berenang di situ.
Gerbang masuk menuju kawasan wisata Pamukkale
Selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk terapi berbagai macam penyakit. Biasanya, pengunjung yang datang memanfaatkan air panas Pamukkale sebagai tempat spa dan terapi. Pengunjung percaya, berendam di kolam air panas mengalir yang kaya akan kandungan mineral bisa mengobati penyakit rematik, penyakit kulit, dan kelelahan saraf. Meski demikian, tak jarang pula yang datang hanya untuk berwisata dan berfoto ria.

Kota Tua Hierapolis
Di atas lembah Pamukkale ada reruntuhan kota Romawi Kuno yang dibangun sekitar tahun 190 SM. Namanya Hierapolis. Disebut Hierapolis karena di sana ada kuil tempat memuja dewa Hieron. Di masa lalu, hal yang umum untuk membangun kuil dan tempat-tempat suci di sekitar fenomena alam seperti air panas.
Reruntuhan Kota Hierapolis
Dari sebuah kuil, akhirnya tempat ini berkembang menjadi sebuah kota. Banyak orang datang ke Hierapolis untuk berendam di air panas. Selain situs pemandian air hangat, terdapat pula peninggalan-peninggalan sejarah berupa candi, gereja dan teater peninggalan sejarah Hierapolis yang masih terawat dengan baik. Teater Hierapolis memiliki keindahan terutama di bangunan panggungnya yang berhiaskan relief. Dibangun sekitar 200 SM dengan daya tampung sebanyak 20 ribu penonton.
Ampiterater of Hierapolis
Pada awal abad ke 3 SM, dibangun sebuh kuil oleh bangsa Phrygia di lokasi tersebut yang dipersembahkan untuk Hieron. Lokasi pembangunan kuil ini kemudian menjadi pusat peradaban manusia. Lalu pada abad ke 2 SM, Hierapolis dikembangkan menjadi tempat pemandian Raja Pergamon, Eumenes II pada masa kejayaan Romawi. Terdapat perbedaan pendapat mengenai nama Hierapolis. Sebagian meyakini bahwa Hierapolis diambil dari kuil Hieron yang didirikan di tempat tersebut, dan sebagian lain berpendapat nama tersebut diambil dari Hiera, istri Telephos yang mendirikan dinasti Attalid. Dinasti Attalid kemudian dikembalikan oleh raja terakhir ke Romawi dan di abad berikutnya sebagian besar kota telah berubah akar, dari Yunani ke peradaban Romawi.
Mengabadikan gambar di ampiteater of Hierapolis
Sayang kota ini pada Abad ke-1 M hancur karena gempa yang dahsyat. Beberapa reruntuhan yang masih tersisa antara lain amfiteater besar, air mancur Nymphaeum, dan pemakaman yang membentang sepanjang 2 km.

Hierapolis juga menjadi tempat tinggal bagi orang-orang Yahudi dan Kristen. Diperkirakan pada puncaknya, terdapat populasi sekitar 50.000 orang Yahudi. Hierapolis tercatat pula turut diperebutkan selama Perang Salib dan akhirnya mulai ditinggalkan menjelang akhir abad ke-14. Pada awal abad ke-16, Hierapolis sekali lagi dilanda gempa, tetapi dengan tidak adanya penduduk yang mendiami kota, maka kerusakan tidak pernah diperbaiki. Reruntuhan kota hampir tak tersentuh sampai penggalian kembali yang dilakukan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.



Beberapa situs sejarah yang ada di dalam Museum Hierapolis
Mungkin cukup sekian dulu sekilas tentang wisata alam Pamukkale dan kota sejarah Hierapolis, tentunya penulis berharap dapat memberi manfaat dan menyebar kebaikan terhadap sesama serta dapat menjadi referensi bagi siapapun yang ingin mengunjungi kota ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Library of Celcus
Idul Fitri tahun ini sangat spesial bagi kami, karena disamping merayakan hari kemenangan bagi seluruh ummat Muslim se-dunia, 1 syawal tahun ini juga bertepatan dengan liburan musim panas di negara Turki, yaitu sekitar awal bulan mei sampai akhir bulan juli mendatang.

Mengingat libur kami yang cukup panjang, yaitu 17 hari. Kesempatan liburan ini pun kami manfaatkan dengan me-list beberapa planing tentang destinasi liburan. Dan salah satu dari tujuan liburan kami adalah Izmir dan kota sejarah Selçuk.

Hari 01 :
Perjalanan kami awali dengan persiapan yang tidak terlalu banyak, karena jarak kota Izmir dengan tempat dimana kami tinggal yaitu kota Manisa hanya berjarak sekitar 35 Km. Waktu yang di ditempuh untuk bisa sampai ke sana hanya sekitar 31 menit jika tidak terhalang oleh macet.

Dari kota kecil Manisa tepat pukul 12.15 siang kami menggunakan transportadi bus antar kota tujuan Izmir, nama busnya "Manisa Seyahat". Bis dengan kapasitas 32 penumpang ini cukup nyaman menemani perjalanan kami, dengan ruang yang cukup lebar dan bersih serta kondektur bus yang ramah membuat kami betah berada di dalamnya.
Biaya perjalanan dari izmir ke manisa 10TL (Turkiye Lirası) bagi penumpang umum dan 9TL bagi pelajar, atau sekitar Rp 33.300 (kurs Rp.3.700 / 1TL) plus kita juga di sediakan air mineral. Karena kami termasuk kategori pelajar makanya kami hanya membayar 9 TL saja.


Tepat pukul 13.00 kami sampai di pusat kota Izmir. Dari pusat kota kami harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Metro bawah tanah dari Ege Üniversitesi tujuan Fahrettin Altay untuk bisa sampai ke asrama Bolçova Merkez Izmir yang menjadi awal dari tempat singgah kami.

Tapi, insiden kesasar yang sudah kami antisipasi ternyata benar-benar terjadi, pasalnya saat turun dari metro di pemberhentian terakhi kami salah jalur saat keluar dari stasiun, yang harusnya kami keluar dari sebelah kanan, malah salah satu dari teman kami keluar dari sebelah kiri dan pada akhirnya kami salah naik jalur bus. Bus dengan nomor 169 tujuan Bolçova Baladesi yang kami cari bukannya langsung menuju ke sana tapi muter-muter dulu, sampai kami harus menunggu sampai 45 menit baru bisa sampai ke tempat tujuan. 😌

Sebagai pengalaman berharga, nanti kalau ke suatu tempat jangan sampai gak ngeliat papan penunjuk arah, biar ngak nyasar hehehe ... 😄✌

Sampai di asrama Bolçova Merkez, sekitar pukul 16.00 kami langsung di sambut hangat oleh teman-teman sesama pelajaran Indonesia yang tinggal di sana. Senang rasanya bisa bertemu bersilaturahmi melepas kerinduan bersama para pejuang penuntut ilmu di negeri orang. Serasa berada di negeri sendiri, bercerita berbagi pengalaman dan pelajaran yang membuat kami lupa waktu.

Sore menjelang malam kami putuskan untuk mengunjungi Konak, Saat Kulesi (Clock Tower) yang merupakan lendmark yang berada di pusat jantung kota Izmir.

Lendmark kota Izmir Saat Kulesi (Clock Tower)
Menara jam dirancang oleh arsitek Prancis Levantine Raymond Charles Père dan dibangun pada tahun 1901 untuk memperingati ulang tahun ke 25 aksesi Abdülhamid II ke takhta (memerintah 1876-1909). Jam itu sendiri merupakan hadiah dari Kaisar Jerman Wilhelm II (memerintah 1888-1918). Tempat itu didekorasi dengan gaya arsitektur Ottoman yang rumit. Menara, yang memiliki kerangka besi dan timah, tingginya 25 m (82 kaki) dan memiliki empat air mancur (şadırvan), yang ditempatkan di sekitar pangkal dengan pola melingkar.

Suasana senja di saat kulesi Izmir.
Usai mengambil beberapa photo dan melaksanakan shalat magrib di Kuçuk Cami, kami pun segera menuju asrama untuk makan malam yang kemudian dilanjutkan dengan istirahat.

Hari 02 :
Pagi hari usai melaksanakan sholat subuh, kami putuskan untuk mengunjungi ephesus di kota selçuk. Perjalanan menggunakan bus kota dari Bolçova merkez menuju terminal antar kota yang disebut Otogar Izmir, biaya 1.5tl dengan menggunakan Izmir Card sampai di terminal kurang lebih 15 menit. Perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan minibus dari otogar Izmir menuju kota selçuk dengan biaya 10tl, Yang menempuh waktu selama kurang lebih 1 jam perjalanan.

Di sepanjang perjalanan kami tidak bosan karena dimanjakan dengan pemandangan pegunungan yang indah dan disepanjang kiri dan kanan bahu jalan ditanami bunga dengan berbagai macam motif dan warna.

Tepat pukul 12.15 kami tiba di otogar Selçuk, sampai di sini kami harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan seperti angkot yang di sebut dolmuş dengan biaya 2,5tl untuk bisa sampai di kota bersejarah Selçuk.

Kendaraan yang menyerupai angkot dalam bahasa turki dosebut "Dolmuş" digunakan untuk menuju Ephesus.
Tips bagi teman-teman yang ingin ke Selçuk agar waspada dengan supir taksi yang menawarkan tumpangan dengan harga yang tinggi, biasanya mereka menawarkan kendaraan taksi dengan harga 10tl /orang dan pp sebesar 20tl. Padahal pemerintah setempat telah menyediakan kendaraan dolmuş dengan harga yang relatif jauh lebih murah.

Sampai di Ephesus kami membeli tiket, tiket dengan berbagai harga sesuai dengan jenis pengunjung. Bagi pengunjung umum (turist) 40tl, dengan kartu pelajar (öğrenci kart) 20tl, dan dengan kartu musium (muze kart) gratis tinggal tab. Tapi karena kami sudah memiliki KTP turki jadi kami di tawarin untuk membuat muze kart sama yang jaga tiket, dengan biaya 50tl kita bisa masuk ke seluruh musium di Turki selama satu tahun gratis.
Muzekart untuk akses seluruh musium di Turki gratis selama 1 tahun dan izmirim kart untuk akses semua jenis kendaraan umum di kota Izmir 
Menikmati peninggalan sejarah kota selçuk membuat kami serasa kembali ke masa lalu, melewati setua sudut reruntuhan kota selçuk sedikit banyak telah memberikan kami gambaran bahwa betapa maju masyarakat pada zaman dahulu sehingga mampu menciptakan karya seni yang luar biasa.


Ephesus adalah kota kuno yang pada awal Masehi merupakan kota terbesar kedua di dunia setelah Roma dengan penduduk sebanyak 250 ribu jiwa. Ephesus penuh dengan situs bersejarah yang sangat berharga bagi dunia arkelologi.

Reruntuhan bangunan kota Ephesus
Di Ephesus, kita bisa melihat bahwa kehidupan masa lalu sejak awal sebelum masehi sudah begitu maju.
Patung sisa peninggalan zaman dahulu. 
Bayangkan, pada 2000 tahun yang lalu, mereka sudah mempunya kota yang begitu tertata. Mereka memiliki theater, perpustakaan, tempat pemandian umum, toilet umum, jalanan yang terbuat dari marmer yang indah, serta berbagai kuil pemujaan.

Detail ukuran dengan karya seni tinggi di setiap sudut bangunan. 
Library of Celsus, merupakan salah satu perpustakaan terbesar pada masanya dengan koleksi mencapai 12 ribu scroll papyrus. Kemegahan dan kekayaan koleksi perpustakaan itu hanya kalah dari perpustakaan di Alexandria, Mesir.

Domithian theater, merupakan amphitheater peninggalan bangsa Romawi yang berada di komplek Ephesus. Kapasitas duduk untuk amphitheater ini sekitar 1500 orang. Di tempat ini selain pertunjukan teater, yang sering dipertunjukkan juga adalah pertarungan para Gladiator. Para gladiator di masa itu sebenarnya adalah para budak yang kerjanya bertarung atau dipaksa bertarung oleh raja/pemiliknya, untuk menunjukkan kekuatan kerajaan yang dipimpin dan kekuatan panglimanya.

Domithian amphiteater of Ephesus
Sekian dulu perjalanan yang bisa saya bagi, semoga bisa berbagi lagi di perjalanan selanjutnya. Wassalam
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ini merupakan tahun pertama kami lebaran di Turki, suasana lebaran di sini sangat berbeda dengan lebaran yang ada di tanah air.

Kalau biasanya di kampung halaman kita menyambut lebaran dengan meriah, gema takbir - tahlil dan tahmid saling beradu hingga menjelang fajar subuh, parade beduk dan pawai obor pun tak mau ketinggalan untuk menambah suasana meriah. segala jenis hidangan khas lebaran disajikan mulai dari opor ayam, ketupat, rendang, kentang mustopa, dll. kue nastar, kue kering semuanya ada. Yang tentunya jarang kita temui di luar daripada hari raya Idul Fitri.

Potret wajah bahagia usai melaksanakan sholat id 
Namu di balik semua kemeriahan itu, yang paling penting dan menjadi point utama adalah kumpul bersama keluarga besar, berjabat tangan melepas kerinduan dan saling maaf-memaafkan menjadi momentum yang sakral.

Di samping itu pula kita senantiasa bertadabbur dan bertafakur akan makna dan hikmah dari bulan suci Ramadhan itu sendiri, setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan, mengekang diri dari segala macam godaan yang dapat membatalkan ibadah puasa, baik yang kecil seperti menahan dahaga, lapar dan amarah sampai kepada yang terbesar yaitu melawan musuh utama kita yaitu hawa nafsu. Kini saatnya kita menyambut kemenangan setelah melalui semua itu dengan bersuka cita yang wujudkan dengan bersilaturahmi bersama sanak keluarga dan kerabat.

Namun berbeda terbalik dengan suasana lebaran di Turki. Di sini malam takbiran tidak ada, yang ada hanya sholat isya yang dilanjutkan dengan shalat tasbih berjamaah. Sepanjang malam dihabiskan lebih banyak dengan bertafakur karna akan meninggalkan ramadhan dan juga shalawat nabi dan ilahi.

Sekedar info bahwa sanya di Turki tidak mengenal istilah "sidang isbat" yang selalu membuat kita degdegan kalau di indonesia, soalnya kita masih bertanya-tanya apakah besok akan jadi lebaran atau tidaknya itu tergantung pada keputusan dari sidang tersebut. Nah kalau di sini semua tanggal penetapan hari raya idul Fitri sudah di atur oleh pemerintah, dalam hal ini kementrian agama Turki yang telah di tentukan dalam kalender nasional, jadi gak ada tuh ceritanya dualisme dalam melakukan shalat id... Hehehe 😊✌

Keesokan harinya sholat Idul Fitri berjamaah dilanjutkan dengan berjabat tangan dengan jamaah yang lain sembari mengucapkan "hayırlı bayramlar / bayramınız mubarek olsun" yang kurang lebih artinya adalah selamat hari lebaran, semoga kemeriahan selalu menyertai kita semua.

Sajian hari raya orang Turki, tanpa ketupat dan opor ayam hehehehe..... (^_^).
Ini merupakan pengalaman yang kami alami sebagai pelajar yabancı (asing) yang tinggal di asrama, adapun masyarakat turki secara umum mereka tetap menyajikan makanan - makanan yang memang hampir setiap hari di sajikan di rumah diluar daripada hari raya idul Fitri, seperti kahvaltı (sajian sarapan wajib ala Turki), kue baklava, tatlı (berbagai jenis manisan) dan yg paling utama dan selalu ada yaitu çay (teh).  momentum kumpul bersama keluarga, kerabat sahabat dan tetangga juga ada. Tapi kalau di perhatikan tidak seheboh dan semeriah di tanah air.

Ritual pembagian thr (tunjangan hari raya/ angpau) juga menjadi moment yang di nanti oleh anggota keluarga mulai dari cucu terkecil, keponakan, sampai orang dewasa juga tak mau ketinggalan untuk berebut berkah di hari spesial ini, nah, Kalau di Turki juga ada ketika saya beberapa kali melakukan survey kecil-kecilan dan wawancara ke beberapa teman di sini. Dan memang ada untuk tradisi bagi-bagi angpau itu.

Sekian kurang lebih pengalaman pribadi saya rasakan tentang Hari raya idul Fitri di Turki, tentu akan berbeda dengan pengalaman yang orang lain rasakan- untuk itu tidak bisa kita menilai bahwa secara keseluruhan suasana lebaran di Turki adalah seperti yang saya tulis di atas. Atas segala kekurangan dan kelebihan saya ucapkan mohon maaf.


Wassalam...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Jangankan memandang mu
Menatap pun aku tak mampu
Jangankan memanggil mu
Menyapa pun aku tak sanggup
Jangankan merayu mu
Berkenalan pun aku tak berani

Cemen ... !

Pecundang ... !

Penakut ... !

Itu pantas bagiku
Lantas tak berani mengungkapkan isi hati.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Potret ke-15 Mahasantri 2017 yang siap diberangkatkan ke-Turki berpose bersama Abi Sulaiman Çeker dan guru pengajar lainnya. 

Usai menjalani masa intensif kurang lebih selama 6 bulan untuk persiapan melaksanakan tekamul, tepat hari Rabu, 01 Maret 2017 kami disugukan rangkaian acara seremonial bertajuk formal yang akrab disapa "wisuda".

Ya ... ini adalah rangkaian acara wisuda kami, Wisuda dan Pelepasan Mahasantri ke Turki. mahasantri berjumlah 15 orang yang telah menyelesaikan program pendidikan instensif kurang lebih selama 6 bulan kini akan diberangkatkan ke negara dua benua, Turki.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Al-Ustadz Sulaiman Çeker selaku pimpinan UICCI Sulaimaniyah se-Jawa Barat dan juga ikut andil dalam menyapaikan sambutan dan do'a di selang akhir acara. Tidak hanya beliau, hadir juga beberapa abi-abi yang juga merupakan guru pengajar kami di asrama bintaro 2 selama masa-masa intensif diantaranya yaitu Abi Khairul Ulum yang setia mengantar kami sampai akhir kegiatan intensif dan juga beberapa abi dari asrama pusat Rawamangun. Tidak ketinggalan sanak keluarga dan sahabat juga ikut hadir demi melepas kepergian salah satu anak kebanggaan mereka yang akan menuntut ilmu ke negeri orang.

Ini merupakan wisuda kali kedua kami setelah melaksanakan wisuda di kancah universitas kami masing-masing. Rasa bahagia dan sedih bercampur aduk menjadi satu, bahagia karna kami akan melanjutkan study ke negara yang sudah kami impikan sejak lama, negara yang masyhur akan misteri sejarah dan peradaban kejayaan Islam pada zamannya, dan negara yang kini menjadi perhatian seluruh ummat muslim se-dunia.

Di satu sisi, hati ini juga merasa sedih dan kecewa karena harus meninggalkan sanak keluarga, sahabat serta kerabat terdekat bahkan kedua orang tua.

Ini merupakan resiko yang harus kami terima, kami telah bulatkan tekat, kuatkan niat dan mantapkan hati untuk menuntut ilmu dan berhizmet di jalan ini, entah apa yang akan terjadi di hari esok - biarkan Allah SWT yang mengatur, Liilai kalimatillah - Linaili mardhatillah.

Usai rangkaian acara wisuda, kami pun langsung di giring menuju bandara dengan menggunakan mobil, ikut di belakang mobil kami mobil keluarga dan juga rombongan satu mobil dari asrama Bandung.
Suasana bandara kala itu masih sama seperti suasana hiruk-pikuk keramaian bandara pada hari-hari biasanya, namun tidak bagi kami ber-15 Mahasantri. Ada kesan tersendiri yang sulit untuk diungkapkan, mendung langit di sore itu bagai enggan untuk menurunkan hujan yang telah lama terkumpul di atas sana. Namun pecah juga ketika kami harus berpisah dengan sanak saudara dan keluarga.

Meninggalkan tanah air untuk waktu yang belum pasti, ada ribuan kejutan kisah yang menakjubkan menunggu kami di persimpangan sana, dan biarkan waktu yang bercerita.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sliwar -sliwir perkataan
Ucapan dan pertanyaan yang sama
Penjelasan yang tak mengenyangkan

Kekhawatiran yang basi masih kau ulang lagi
Sungguh bertanya atau mengulur waktu saja
Ah eloe, leluconmu kali ini tidak lucu

Beberapa masa bodoh
Dan masih dengan orang-orang yang sama
Jutek, cuek, ah apaan sih !!!

Nahkoda itu yang penting berjalan
Tak peduli penumpang
Tidur, bengong, ngoceh, tak menyadari itu

sekian dan terimah kasih
AL-FATIHAH

Bintaro 15 Januari 2017
- Abd Jalil -
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

About Me
Manusia biasa yang mempunyai impian dan cita-cita yang luar biasa, mendedikasikan diri untuk Bangsa, Agama dan Negara, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • Ilmu (2)
  • Jejak (32)
  • Motivasi (1)
  • Perjalanan (4)
  • Sajak (3)

recent posts

Blog Archive

  • Desember 2017 (1)
  • September 2017 (1)
  • Juli 2017 (1)
  • Juni 2017 (2)
  • Maret 2017 (1)
  • Februari 2017 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Juni 2013 (2)
  • Juni 2012 (1)
  • Februari 2012 (1)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (2)
  • Juli 2011 (7)
  • Juni 2011 (14)
  • April 2011 (1)

My Profile

Foto saya
Nurdin El Bugis
Manisa, Yunus Emre, Türkiye
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates