• Home
  • About
  • Contact
    • Phone
    • Email
    • Adress
  • Shop
  • Advertise
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Nurdin El Bugis

- المجاهد فى سبيل الله المشتق إلى جمال الله هو عنواننا -


Ini merupakan tahun pertama kami lebaran di Turki, suasana lebaran di sini sangat berbeda dengan lebaran yang ada di tanah air.

Kalau biasanya di kampung halaman kita menyambut lebaran dengan meriah, gema takbir - tahlil dan tahmid saling beradu hingga menjelang fajar subuh, parade beduk dan pawai obor pun tak mau ketinggalan untuk menambah suasana meriah. segala jenis hidangan khas lebaran disajikan mulai dari opor ayam, ketupat, rendang, kentang mustopa, dll. kue nastar, kue kering semuanya ada. Yang tentunya jarang kita temui di luar daripada hari raya Idul Fitri.

Potret wajah bahagia usai melaksanakan sholat id 
Namu di balik semua kemeriahan itu, yang paling penting dan menjadi point utama adalah kumpul bersama keluarga besar, berjabat tangan melepas kerinduan dan saling maaf-memaafkan menjadi momentum yang sakral.

Di samping itu pula kita senantiasa bertadabbur dan bertafakur akan makna dan hikmah dari bulan suci Ramadhan itu sendiri, setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan, mengekang diri dari segala macam godaan yang dapat membatalkan ibadah puasa, baik yang kecil seperti menahan dahaga, lapar dan amarah sampai kepada yang terbesar yaitu melawan musuh utama kita yaitu hawa nafsu. Kini saatnya kita menyambut kemenangan setelah melalui semua itu dengan bersuka cita yang wujudkan dengan bersilaturahmi bersama sanak keluarga dan kerabat.

Namun berbeda terbalik dengan suasana lebaran di Turki. Di sini malam takbiran tidak ada, yang ada hanya sholat isya yang dilanjutkan dengan shalat tasbih berjamaah. Sepanjang malam dihabiskan lebih banyak dengan bertafakur karna akan meninggalkan ramadhan dan juga shalawat nabi dan ilahi.

Sekedar info bahwa sanya di Turki tidak mengenal istilah "sidang isbat" yang selalu membuat kita degdegan kalau di indonesia, soalnya kita masih bertanya-tanya apakah besok akan jadi lebaran atau tidaknya itu tergantung pada keputusan dari sidang tersebut. Nah kalau di sini semua tanggal penetapan hari raya idul Fitri sudah di atur oleh pemerintah, dalam hal ini kementrian agama Turki yang telah di tentukan dalam kalender nasional, jadi gak ada tuh ceritanya dualisme dalam melakukan shalat id... Hehehe 😊✌

Keesokan harinya sholat Idul Fitri berjamaah dilanjutkan dengan berjabat tangan dengan jamaah yang lain sembari mengucapkan "hayırlı bayramlar / bayramınız mubarek olsun" yang kurang lebih artinya adalah selamat hari lebaran, semoga kemeriahan selalu menyertai kita semua.

Sajian hari raya orang Turki, tanpa ketupat dan opor ayam hehehehe..... (^_^).
Ini merupakan pengalaman yang kami alami sebagai pelajar yabancı (asing) yang tinggal di asrama, adapun masyarakat turki secara umum mereka tetap menyajikan makanan - makanan yang memang hampir setiap hari di sajikan di rumah diluar daripada hari raya idul Fitri, seperti kahvaltı (sajian sarapan wajib ala Turki), kue baklava, tatlı (berbagai jenis manisan) dan yg paling utama dan selalu ada yaitu çay (teh).  momentum kumpul bersama keluarga, kerabat sahabat dan tetangga juga ada. Tapi kalau di perhatikan tidak seheboh dan semeriah di tanah air.

Ritual pembagian thr (tunjangan hari raya/ angpau) juga menjadi moment yang di nanti oleh anggota keluarga mulai dari cucu terkecil, keponakan, sampai orang dewasa juga tak mau ketinggalan untuk berebut berkah di hari spesial ini, nah, Kalau di Turki juga ada ketika saya beberapa kali melakukan survey kecil-kecilan dan wawancara ke beberapa teman di sini. Dan memang ada untuk tradisi bagi-bagi angpau itu.

Sekian kurang lebih pengalaman pribadi saya rasakan tentang Hari raya idul Fitri di Turki, tentu akan berbeda dengan pengalaman yang orang lain rasakan- untuk itu tidak bisa kita menilai bahwa secara keseluruhan suasana lebaran di Turki adalah seperti yang saya tulis di atas. Atas segala kekurangan dan kelebihan saya ucapkan mohon maaf.


Wassalam...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Potret ke-15 Mahasantri 2017 yang siap diberangkatkan ke-Turki berpose bersama Abi Sulaiman Çeker dan guru pengajar lainnya. 

Usai menjalani masa intensif kurang lebih selama 6 bulan untuk persiapan melaksanakan tekamul, tepat hari Rabu, 01 Maret 2017 kami disugukan rangkaian acara seremonial bertajuk formal yang akrab disapa "wisuda".

Ya ... ini adalah rangkaian acara wisuda kami, Wisuda dan Pelepasan Mahasantri ke Turki. mahasantri berjumlah 15 orang yang telah menyelesaikan program pendidikan instensif kurang lebih selama 6 bulan kini akan diberangkatkan ke negara dua benua, Turki.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Al-Ustadz Sulaiman Çeker selaku pimpinan UICCI Sulaimaniyah se-Jawa Barat dan juga ikut andil dalam menyapaikan sambutan dan do'a di selang akhir acara. Tidak hanya beliau, hadir juga beberapa abi-abi yang juga merupakan guru pengajar kami di asrama bintaro 2 selama masa-masa intensif diantaranya yaitu Abi Khairul Ulum yang setia mengantar kami sampai akhir kegiatan intensif dan juga beberapa abi dari asrama pusat Rawamangun. Tidak ketinggalan sanak keluarga dan sahabat juga ikut hadir demi melepas kepergian salah satu anak kebanggaan mereka yang akan menuntut ilmu ke negeri orang.

Ini merupakan wisuda kali kedua kami setelah melaksanakan wisuda di kancah universitas kami masing-masing. Rasa bahagia dan sedih bercampur aduk menjadi satu, bahagia karna kami akan melanjutkan study ke negara yang sudah kami impikan sejak lama, negara yang masyhur akan misteri sejarah dan peradaban kejayaan Islam pada zamannya, dan negara yang kini menjadi perhatian seluruh ummat muslim se-dunia.

Di satu sisi, hati ini juga merasa sedih dan kecewa karena harus meninggalkan sanak keluarga, sahabat serta kerabat terdekat bahkan kedua orang tua.

Ini merupakan resiko yang harus kami terima, kami telah bulatkan tekat, kuatkan niat dan mantapkan hati untuk menuntut ilmu dan berhizmet di jalan ini, entah apa yang akan terjadi di hari esok - biarkan Allah SWT yang mengatur, Liilai kalimatillah - Linaili mardhatillah.

Usai rangkaian acara wisuda, kami pun langsung di giring menuju bandara dengan menggunakan mobil, ikut di belakang mobil kami mobil keluarga dan juga rombongan satu mobil dari asrama Bandung.
Suasana bandara kala itu masih sama seperti suasana hiruk-pikuk keramaian bandara pada hari-hari biasanya, namun tidak bagi kami ber-15 Mahasantri. Ada kesan tersendiri yang sulit untuk diungkapkan, mendung langit di sore itu bagai enggan untuk menurunkan hujan yang telah lama terkumpul di atas sana. Namun pecah juga ketika kami harus berpisah dengan sanak saudara dan keluarga.

Meninggalkan tanah air untuk waktu yang belum pasti, ada ribuan kejutan kisah yang menakjubkan menunggu kami di persimpangan sana, dan biarkan waktu yang bercerita.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



BANDUNG, KAMIS – Dalam rangka mensosialisasikan Kompas Kampus kepada khalayak Mahasiswa di wilayah Kota Bandung, kali ini acara Kompas Saba Kampus hadir di kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Dipatiukur yang berlangsung pada Kamis (12/6) lalu, bertempat di gedung Graha Sanusi Unpad.

Ini merupakan acara kedua dari Kompas Saba Kampus yang pernah saya ikuti, di tahun 2013 lalu tepatnya pada Minggu (2/12), Kompas juga mengadakan kegiatan serupa di kampus Universitas Katolik Parahyangan Bandung.   

Senang rasanya bisa berada di tengah-tengah hiruk pikuk antusias mahasiswa yang haus akan ilmu dan pengalaman serta berbondong-bondong untuk mencari passion mereka masing-masing tentunya dalam bidang pemberitaan dan media, dan saya merupakan salah satu diantaranya.

Acara berlangsung dengan meriah yang diawali dengan pembukaan oleh MC yang cukup kocak dan dapat membawa suasana menjadi lebih hidup, kemuadian acara di lanjutkan dengan Seminar oleh Bapak Budiman Tanuredjo selaku wakil pimpinan redaksi Kompas, yang mengusung tema “Jurnalisme Presisi dalam Berita Pemilu ”.      

Terkait dengan suasana pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang berlangsung hangat di tahun ini, saya berfikir munkin ini sebab mengapa Kompas saba Kampus kali ini mengusung tema tersebut dengan narasumber langsung yaitu Wakil pimpinan redaksi kompas pak Budiman yang sudah barang tentu memiliki peran penting dalam hal pemberitaan seputar Pemilu 2014 di Harian Kompas.

Dalam kesempatan ini pak Budiman menjelaskan tetang peran media dalam memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan Pemilu khususnya Harian Kompas, Kompas TV dan Kompas.com yang menyajikan pemberitaan seputar Pemilu 2014 yang bersifat independent dan tidak memihak dari salah satu Capres dan Cawapres terpilih.

“Adapun devinisi dari jurnalisme presisi ialah gabungan dari jurnalistik dan pencarian berita berbasis data yang ada”, tutur Pak Budiman selaku pembicara. “Dan juga Jurnalistik presisi sering disebut dengan New Jurnalism atau Computer Asisten Jurnalism”, jelasnya menambahkan.

Beliaupun menjelaskan tentang cara kerja dari Jurnalisme Presisi dengan 3 tahapan yang berlangsung secara berurutan, adapun cara kerja Jurnalisme presisi yaitu; 1. Survei pendapat umum yang dilakukan oleh jurnalis dan wartawan, kemudian dilanjutkan dengan 2. Wawancara Tokoh terkait dengan pemberitaan yang ingin kita angkat, dan yang terakhir 3. Deskripsi lapangan secara detail dan terperinci.

“Kemudian adapun cakupan yang termasuk di dalam Presisi Jurnalistik adalah; Metode Penelitaian Sosial, Statistik, Teknologi Informasi (TI), Infografis, Desain Komunikasi Visual, Analisis dan Presentasi, Management Organisasi, serta Jurnalistik”, tutur beliau menjelaskan.

Usai sudah seminar tentang Jurnalisme Presisi dalam Berita Pemilu, Alhamdulillah kini saya dapat mengenal dan mengetahui lebih banyak tentang apa yang di maksud dengan Presisi jurnalistik. Tepat pukul 12.00 dan acara masih berlangsung meriah dan antusias, kini saatnya kami harus beristrahat sejenak untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan di lanjutkan dengan makan siang .

Acara selanjutnya yaitu Sharing Sassion, ini merupakan acara yang paling kami tunggu –tunggu dari Kompas Saba Kampus, karena di sini kami mendapatkan kesempatan untuk sharing dan berbagi ilmu oleh Narasumber Ahli dari Tim Kompas tentunya sesuai dengan passion dan keinginan kami berkaitan dengan bagian-bagian atau devisi apa saja yang ada di Harian Kompas.

Adapun kelas-kelas Sharing Session yang dapat kita pilih diantaranya adalah; Menulis Jurnalistik, Fotografi Jurnalistik, Research & Development, Business Development, Advertising, Marketing Communication, Desain Grafis, dan Teknologi Informasi yang berjumlah 8 Kelas Sharing Sassion.

Dan pada kesempatan yang keduakali ini saya memilih Desain Grafis sebagai kelas Sharing Session pilihan saya, dan pada Kompas Saba kampus tahun lalu saya mengambil Sharing Session Class di Advertising. Karena saya sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan Desain Grafis dan dunia Advertising walaupun saya masih dalam tahap pembelajaran.

Senang rasanya bisa mendengarkan dan berdiskusi dangan pembahasan dan materi yang kita senangi, apalagi ditemani dengan nara sumber yang telah ahli dan berpengalaman dalam bidangnya bersama dengan teman-teman dari berbagai Jurusan dan Universitas di Bandung.  

Dalam kesempatan kali ini, ikut andil sebagai pementor kami adalah 2 orang pria yang ganteng-ganteng dan terbilang masih cukup muda, tentunya dengan segudang ilmu dan pengalaman yang siap untuk di bagi bersama kami, yaitu kak Novan yang katanya sudah 10 tahun bergabung bersama Kompas dan berkecimpung di dunia Desain Grafis Harian Kompas sejak tahun 2004, dan satu lagi yang gak kala kecenya adalah kang Septa yang terbilang lebih muda dan karirnya di kompas berbeda setahun dengan kang Novan yaitu 9 tahun sejak tahun 2005.

Pemaparan materi yang pertama oleh kang Novan yang menjelaskan tentang Desain Berita, diawali dengan devinsi dari sebuah Seni, seni sendiri terbagi menjadi 2 yaitu; Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, kemudian seni Rupa dibagi menjadi 3 macam; 1. Fine Art  2. Desain dan 3. Craft yang ketiga-tiganya ini sering disebut dengan Desain Grafis, “Adapun desain berita lebih condong kepada untuk menyampaikan informasi,” tuturnya menjelaskan seputar Desain Berita.

Kemudian beliau melanjutkan dengan menyebutkan syarat Desain Berta diantaranya adalah; 1. Jelas, 2. Mudah di baca, 3. Impac (Pengaruh), 4. Menarik. Lalu penjelasan beliau dipaparkan secara terperinci oleh kang Septa dari setiap sub-sub tersebut.  

Wah, seru banget bisa berdiskusi dan berbagi ilmu dengan mereka, unik dan menarik serta menambah wawasan dan pengalaman juga ilmu baru yang belum tentu bisa kita dapatkan di bangku kuliah.

Usai memberikan materi, penasaran rasanya ingin magang di Kompas dan menyaksikan secara langsung bagaimana aktivitas kerja mereka di Dapur Redaksi Harian Kompas, mulai dari keseruan mengejar berita, memproses penulisan berita hingga larut malam serta mencari foto yang sesuai dengan berita yang akan dimuat di Harian Kompas, dan tak kalah hebohnya dengan perasaan dikejar Dead Line.
            Besar harapan saya dapat bergabung dan ikut andil mengambil bagian dalam acara Kampus Kompas Batch 2 ini, merasakan keseruan menjadi Wartawan Kompas merupakan pengalaman yang berharga dan bermanfaat di kemudian hari walau hanya sepekan saja yang akan menjadi kenangan di hari tua kelak. Amin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Dalam rangka menyamakan langkah dan persepsi dan menanamkan jiwa dan filsafat hidup Pondok kepada santri secara utuh, maka pondok modern Gontor sebelum mengadakan liburan Awal maupun Akhir tahun tentunya tidak melepas dan membiarkan Santrinya begitu saja, akan tetapi Pesan dan Nasihat menjelang liburan merupakan moment yang pas untuk memahamkan kepada santri tentang syiar dan bagaimanan seharusnya sikap dan kelakuan seorang santri ketika menghadapi Liburan.
Sambutan perwakilan dari wali santri oleh orang tua dari Ibnu Rusdy, siswa KMI Pondok Modern Gontor 7 Kendari. 
Karena acara ini dirangkaikan dengan penjemputan santri maka hadir pula dalam acara tersebut seluruh wali santri untuk menjemput Putra mereka masing-masing, dan juga dilanjutkan dengan sosialisasi tentang program kegaitan Gontor 7 untuk awal tahun ajaran mendatang.
Acara berlangsung pada hari Ahad, 10 Juni 2012 yang bertempat di BPPM Auditorium Pondok Modern Gontor 7, hadir dalam acara tersebut Bapak Pengasuh Gontor 7, Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag, dewan Guru Senior, Asatidz Gontor 7 dan seluruh santri dari kelas 1 s.d. kelas 6 serta wali santri.

Acara berlangsung dengan lancar dan di penghujung acara dilanjutkan dengan ramah -tamah dan penjemputan santri.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Di usianya yang masih belia, Marching Band Gema Nada Gontor 7 sudah mulai berkiprah di berbagai even di Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah dalam upacara pembukaan MTQ ke IX tingkat Kabupaten Konawe Selatan yang bertempat di kecamatan Moramo.  MB Gema Nada Gontor 7 ikut berpartisipasi memeriahkan acara tersebut, berada di barisan terdepan dari kafilah Kecamatan Mowila, MB Gema Nada Gontor 7 tampil memukau. Momen ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang bertindak sebagai Pemimpin upacara dan sekaligus membuka kegiatan MTQ ke-IX Kabupaten Konawe Selatan secara resmi. Turut hadir pula Bupati Konawe Selatan beserta jajarannya.

 berkaitan dengan keiatan ini, besar harapan Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag selaku pengasuh Pondok Modern Gontor 7 agar Merching Band Gema Nada Gontor 7 bisa terus berkiprah baik di kancah regional maupun nasional bahkan internasional.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Mengawali dinamika di semester kedua tahun ajaran 2011-2012, Pondok Modern Gontor 7 mengadakan Gontor 7 Cup. Kegiatan ini memperlombakan 6 cabang olahraga yaitu: Sepak bola, basket, takraw, bulutangkis, futsal dan tenis meja.  Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti seluruh santri dan guru bertempat di depan BPPM Gontor 7. Bertindak sebagai pemimpin upacara pada kegiatan ini Bapak Pengasuh Gontor 7 H. Heru Wahyudi, S.Ag sekaligus membuka kegiatan Gontor 7 Cup secara resmi.
Prosesi pembukaan Gontor 7 Cup dilakukan dengan memasukan bola ke gawah yang dilakukan oleh Bapak Pengasuh, diakhir upacara ini seluruh santri dan guru mengadakan senam masal yang dipimpin langsung oleh Bapak Pengasuh, sebagaimana yang berlangsung dari tahun ke tahun.
Ajang yang diikuti oleh seluruh utusan asrama se-Gontor7 ini memakan waktu lebih dari sepekan, dan setelah perhelatan dilaksanakan tampil para juara Gontor 7 Cup tahun ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Setelah selesainya liburan awal tahun, Pondok Modern Gontor 7 terus memacu gerak dan langkah menghadapi dinamika pendidikan untuk semester kedua. Diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh santri dan guru Pondok Modern Gontor 7 yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan absen disiplin santri.
Ust. Indra Darusman, S.AP selaku penanggung jawab bagian pengajaran KMI Gontor 7 mengawali apel pagi itu dengan memberikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh santri yang sudah berdisiplin datang kembali ke pondok tepat pada waktunya, disusul setelah itu pidato Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor 7 H. Heru Wahyudi, S.Ag sekaligus membuka proses kegiatan belajar mengajar di Gontor 7 untuk semester kedua.

Dalam pidatonya, Bapak Pengasuh menekankan arti pentingnya disiplin bagi Gontor. Selain itu beliau juga memaparkan program-program dan kegiatan yang dicanangkan guna menghadapi semester kedua ini, diantaranya ada Kegiatan Perkemahan, Gontor Cup, Kegiatan Bahasa, Drama Arena dan Panggung Gembira. Tidak lupa senantiasa memohon doa untuk kelancaran pembangunan masjid yang direncanakan rampung sebelum Ramadhan tahun ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Usai melaksanakan ujian awal tahun, kini saatnya para Santri Gontor 7 untuk menikmati hari liburnya, akan tetapi di Pondok Modern Gontor Sudah menjadi sunnah Pondok Modern sebelum perpulangan untuk mengadakan acara Pesan dan Nasihat menjelang Liburan Awal dan Akhir tahun.

Begitu pila dengan Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin” sebelum mengadakan Liburan, para santri hendaklah mengikuti acara Pesan dan Nasihat menjelang Liburan Awal Tahun yang dirangkaikan dengan Penjemputan santri oleh setiap Wali Santri masing –masing.

Dalam acara tersebut Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor 7, Al Ustadz  Heru Wahyudi S.Ag Memberikan wejangan dan nasehat serta menjelaskan Etika dan Tatakrama saat liburan nanti. Disamping penjemputan santri oleh masing –masing wali Santri yang diharapkan dapat menjadi moment Silaturahmi antara Guru dan Wali santri,  acara tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian Raport mental untuk tahun ajaran pertama dan Majalah Gontor serta Kalender Gontor tahun 2012.

Setelah acara usai seluruh wali santri diperbolehkan untuk membawa anaknya masing –masing dan dilanjutkan dengan santap siang yang bertempat di wisma Baru Pondok Modern Gontor 7, dan beberapa wali santri mengadakan silaturahmi  bersama Bapak Pengasuh dengan Berkunjung ke kediaman beliau.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dengan berakhirnya Ujian Awal tahun, patutlah kita bersyukur kepada Allah SWT karena dengan rahmatnyalah kita tetap diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan ujian untuk tahun ini, karna dalam Al Quran jelas disebutkan bahwa Barangsiapa yang kufur terhadap nikmat sesungguhnya azab Allah Sangantlah pedih baginya, maka sudah menjadi Sunnah Pondok Modern Untuk mengadakan Tasyakuran atas selesainya Ujian awal tahun di Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin”.
Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 12 Januari 2012 berlangsung dengan meriah dan hadir dalam acara tersebut Al Ustadz H. Heru Wahyudi S.Ag yang memberikan pengarahan berupa wejangan dan nasehat berkaitan dengan terlaksananya Ujian Awal Tahun dengan lancar, dan tak ketinggalan segenap Asatidz dan seluruh Santri hadir dalam acara tersebut. Sebelum beliau memberikan wejangan dan Nasihat, dari Bagian Panitia Membacakan terlebih dahulu Laporan Umum yang berkenaan dengan Ujian Awal tahun. Dan untuk tahun ini ujian diikuti oleh kurang lebih 262 Santri dan kurang lebih dari 68 Dewan Guru yang senantiasa membantu Panitia Ujian untuk menyukseskan acara tersebut .



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Seiring dengan berakhirnya kegiatan di Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin”, kini  tiba saatnya ujian Awal tahun di mulai. Tepat pada Hari Sabtu Tanggal 31 Desember 2011 tepat dimana hari dibukanya ujian awal tahun dan berakhir pada hari Kamis 12 Januari 2012 yang dirangkaikan dengan Tasyakuran atas Selesainya Ujian Awal Tahun
Ujian untuk tahun ini berlangsung selama kurang lebih 18 hari dengan rincian  8 hari untuk ujian Lisan dan dilanjutkan dengan 10 hari ujian tulis. Kepanitiaan yang telah dibentuk selama kurang lebih sebulan sebelum acara Ujian diadakan ini diketuai oleh Al Ustadz Andi Arjayanto dari Papua, dan beserta 4 anggota lainnya yaitu Al Ustadz Nuriddin, Al Ustadz Rifki Zarkasyi, Al Ustadz Hamid Raharjo dan Al Ustadz Saiful Fahmi.

 Pelaksanaan Ujian untuk tahun ini walau dihadapkan dengan beberapa kendala akan tetapi semangat Panitia yang sering disapa dengan The TITAN yang merupakan kepanjangan 
dari Panitia Ujian awal Tahun tidak pernah goyah untuk berhenti bekerja keras, guna terciptanya kepanitiaan yang Sempurna. Dan diantara beberapa kendala untuk ujian Awal tahun ini adalah dengan diundurnya Ujian Akhir tahun untuk beberapa minggu dengan  adanya Resepsi Peresmian BPPM.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebelum keberangkatan Siswa Akhir ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Bapak Pengasuh, H. Heru Wahyudi, S.Ag, memberikan pembekalan intensive yang berlangsung satu hari sebelum keberangkatan mereka ke Jawa.
Pembekalan tersebut mencakup segala hal yang harus mereka perhatikan selama berada di Gontor nantinya. Beliau juga memberikan arahan apabila mereka telah menjadi alumni kelak.
Kegiatan ini dilaksanakan selepas Maghrib di Gedung Wisma Lama. Dihadiri seluruh asatidz senior, acara ini belangsung hingga pukul 21.30 WITA. Para Siswa Akhir tetap semangat dalam menerima arahan dan nasehat dari Bapak Pengasuh.

Salah satu yang paling ditekankan oleh Bapak Pengasuh kepada mereka adalah perhatian mereka yang harus fokus pada pembekalan dan jangan sampai salah berteman. Hal inilah yang menjadi point penting penilaian bagaimana nilai kelas secara mental ataupun akademis.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Masih dalam rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin” menyelenggarakan acara Apresiasi Seni Santri 2011. Acara yang juga merupakan puncak dari Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy ini, mengundang Ibu Gubernur, Dra. Hj. Tina Nur Alam, MM, yang juga menjadi ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa acara seperti ini, sangat baik untuk menjadi sarana penyalur kreatifitas anak-anak, khususnya pada masa-masa sekolah seperti para santri yang ada di pondok ini. Seluruh staf jajaran pemerintah pun ikut hadir dalam acara yang menampilkan berbagai kreatifitas santri ini.
Acara dimulai dengan penampilan hadroh sebagai pra Acara. Lalu disambung dengan beberapa penampilan Maharaj Qosidah, sambil menunggu kedatangan Ibu Gubernur. Setelah sambutan disampaikan, beliau membuka acara dengan memukul bass, pertanda acara Apresiasi Seni Santri 2011 ini telah dimulai. Pembukaan yang memukau, telah menyihir seluruh penonton untuk tidak beranjak dari tempat duduk mereka. Terlebih sampai rentetan acara terakhir, cuaca cerah ikut mendukung. Walau pada akhirnya suasana agak dingin, namun antusias dan semangat penonton masyarakat Podahoa tetap setia hingga penghujung acara selesai.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Setelah melewati perjalanan panjang selama Rihlah Iqtishodiyah, Siswa Akhir diwajibkan menulis kesan dan pesan serta pelajaran apa yang mereka dapatkan selama perjalanan berlangsung.
Penulisan kesan dan pesan ini, dilanjutkan dengan penulisan kesan dan pesan selama berada di Pondok Modern Gontor 7, Kendari. Di bawah bimbingan ustadz Arifuddin dan ustadz Harun Akbar, S.Th.I, kegiatan ini berlangsung dengan khidmat.

Setiap Siswa Akhir menulisnya dengan sungguh-sungguh, terlebih saat menuliskan kesan dan pesan selama berada di Pondok ini. Diantara masing-masing mereka memiliki pengalaman yang berbeda dan mereka tuliskan dalam kesan dan pesan ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menjelang keberangkatan Siswa Kelas 5 ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Modern Gontor 7 “Riyadatul Mujahidin” mengadakan acara Silaturrahim bersama para wali santri kelas 5. Acara ini sangat efektif mengingat wali santri masih membutuhkan informasi lebih banyak tentang keadaan dan lingkup di Gontor Pusat.
Banyak diantara wali santri yang memberi tanggapan positif, mengingat acara ini hampir tiap tahun diadakan menjelang keberangkatan anak mereka.
Dalam acara ini, Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor 7, H. Heru Wahyudi, S.Ag, memberitahukan bahwa peran aktif orang tua dituntut dalam masa pendidikan anaknya. Sang anak tidak bisa dilepas, lalu dijamin ketika masuk pondok mereka akan berubah dengan sendirinya.
“Pondok bukanlah tukang sulap. Bukan bengkel, yang kalau ada barang rusak akan kembali dalam keadaan baik.” Beliau melanjutkan, “Pondok hanya memberikan kunci dan sarana untuk berubah. Maka peran aktif bapak ibu sekalian selalu dibutuhkan untuk mengecek anak-anak…” imbuh beliau dalam kesempatan itu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Menjelang Apel Tahunan di Pondok Modern Gontor 7, Bapak Pimpinan, KH. Syamsul Hadi Abdan, ikut hadir dalam acara tersebut. Kedatangan beliau ke Kendari, menambah hangat dan semarak acara Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy tahun ini.

Beliau dijemput pada Jum’at (8/7) sore, oleh Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor 7, H. Heru Wahyudi, S.Ag beserta Bapak Pengasuh Gontor Putri 4, H. Hanif Hafidz, S.Ag, di bandara Haluoleo, Ranomeeto.

Dari bandara, rombongan langsung bertolak ke Gontor Putri 4, untuk mengunjungi dan meninjau kegiatan santriwati di sana. Selain itu, esoknya beliau akan mengisi Apel Tahunan dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak I.

Setelah mengisi Apel Tahunan di Gontor Putri 4, beliau beserta rombongan datang ke Pondok Gontor 7. Setibanya di kampus, beliau beramah tamah terlebih dahulu dan istirahat. Selepas maghrib, Ustadz DR. Cholid Muslih, MA, memberikan sambutan kepada seluruh santri di Masjid Jami’. Dalam sambutannya, ia menjelaskan dengan lugas tentang fadhilah pada hari Jum’at.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

             Inilah saat yang dinanti oleh para calon pelajar Gontor 7 periode 2011-2012. Setelah menempuh ujian selama 2 hari maka tiba saatnya pembacaan hasil ujian sebagai langkah awal menjadi santri di Pondok Modern Gontor 7.

            Tidak kurang dari 300 orang wali santri hadir dalam acara ini guna menyimak pemaparan dan penjelasan tentang sistem Gontor yang dipaparkan oleh Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor 7 H. Heru Wahyudi, S.Ag. mengenai hasil ujian, panitia mengumumkan 2 kriteria kelusan, yaitu lulus murni 68 orang, mengulang beberapa materi 5 orang dan tidak lulus (harus mengikuti ujian gelombang kedua) 16 orang.
          
             Acara yang dirangkaikan dengan silaturrahmi ini dimeriahkan oleh penampilan grup nasyid dari calon pelajar yang diiringi lantunan irama kasidah dari Maharaj Kasidah Group. Dalam sambutannya Bapak Pengasuh menerangkan kepada seluruh wali santri tentang pola pendidikan Gontor. “Maka setelah setelah saya terangkan secara detail bagi wali santri yang sepakat dengan pola kami silahkan untuk diteruskan, dan bagi yang tidak sepakat saya persilahkan untuk dibawa pulang,” tandasnya menutup sambutan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

                 Jelang sehari setelah Bapak Pengasuh mengisi pengajian di Lanud WMI Kendari, beliau kembali mendapatkan undangan untuk mengisi pengajian yang disiarkan secara langsung di Lembaga Penyiaran Publik RRI Kendari yang bertajuk “Suara di balik Surau”.
            Dalam kesempatan itu H. Heru Wahyudi, S.Ag memaparkan tentang hikmah isra mi’raj dan pentingnya penanaman karakter kepada generasi muda sehingga menumbuhkan generasi yang madani yang dapat meningkatkan laju perkembangan baik dari fisik maupun nonfisik di Sulawesi Tenggara ini.
            
                 Beliau juga memaparkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk diadakan karena terdapat banyak nilai positif yang didapat.Terlebih dalam hal dakwah islamiah acara semacam ini sangat efektif dan efisien karena dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dimana saja berada.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dalam rangka memperingati hari besar islam isra dan mi’raj nabi besar Muhammad SAW, komandan Lanud Wolter Monginsidi mengundang Bapak Pengasuh Gontor 7 untuk menyampaikan hikmah isra dan mi’raj.
H. Heru Wahyudi, S.Ag dalam pengajiannya menyampaikan kepada segenap anggota TNI AU di lingkup Lanud WMI bahwa kegiatan semacam ini merupakan ibadah yang mengandung nilai-nilai penting dalam kehidupan. Diantaranya ada nilai kebersamaan, solideritas dan silaturrahmi yang terjalin erat diantara kaum muslimin.

            
             Dalam kesempatan ini pula H. Heru Wahyudi, S.Ag tidak lupa menyampaikan tentang visi, misi dan nilai ajaran Pondok yang saat ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, “semoga silaturrahmi yang baik ini akan tetap terjalin diantara Gontor dan Lanud.”Ungkap beliau di akhir ceramahnya.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

About Me
Manusia biasa yang mempunyai impian dan cita-cita yang luar biasa, mendedikasikan diri untuk Bangsa, Agama dan Negara, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • Ilmu (2)
  • Jejak (32)
  • Motivasi (1)
  • Perjalanan (4)
  • Sajak (3)

recent posts

Blog Archive

  • Desember 2017 (1)
  • September 2017 (1)
  • Juli 2017 (1)
  • Juni 2017 (2)
  • Maret 2017 (1)
  • Februari 2017 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Juni 2013 (2)
  • Juni 2012 (1)
  • Februari 2012 (1)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (2)
  • Juli 2011 (7)
  • Juni 2011 (14)
  • April 2011 (1)

My Profile

Foto saya
Nurdin El Bugis
Manisa, Yunus Emre, Türkiye
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates